Bookmark and Share
Loading

Pemeriksaan Darah

by Indra_doank on Nov.22, 2009, under

Bagikan
Darah! Satu kata yang bisa mempunyai banyak makna. Bagi anak-anak, darah mungkin salah satu hal yang paling ditakuti !! Melihat darah membuat mereka bisa  menjerit-jerit kehilangan nafsu makan, atau tidak bisa tidur nyenyak. Bagi para wanita, melihat darah adalah hal biasa, karena sudah menjadi tamu bulanan sejak remaja. Bagi kaum ibu, darah berarti perjuangan melahirkan sosok mungil yang sudah ditunggu-tunggu selama 9 bulan.
Bagi tenaga kesehatan, darah merupakan sumber informasi yang tak terhingga nilainya untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien.


KENAPA HARUS DARAH??
Darah adalah cairan berwarna merah, yang terdapat dalam tubuh orang dewasa sebanyak +/- 5 liter. Darah mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh arteri dan vena, fungsinya adalah mengantarkan oksigen dan sari makanan ke sel-sel yang membutuhkan.
Yang disebut darah oleh orangawam sebenarnya terdiri dari beberapa bagian:
  • Plasma
  • Sel Darah Merah
  • Sel Darah Putih
  • Trombosit
Plasma:
Adalah cairan jernih dimana sel-sel darah "terendam", sehingga akan selalu terbawa kemana plasma mengalir.
Plasma merupakan komponen terbesar dari darah (55%).
Komponen plasma antara lain adalah: air (92%), protein, faktor pembekuan darah, dan elektrolit.
Beda plasma dengan serum: plasma masih mengandung faktor pembekuan darah, sedangkan serum tidak. Termasuk protein yang ada di dalam plasma adalah antibodi terhadap berbagai penyakit.

Sel darah merah
Merupakan komponen sel darah yang terbesar (>90%), berwarna merah terang karena mengandung hemoglobin (Hb). Hb ini yang secara spesifik bertugas mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh.
Jika kadar Hb terlalu sedikit, maka sel-sel tubuh akan kekurangan oksigen, sehingga terasa lemas.

Sel darah putih
Sebenarnya tidak berwarna putih, fungsinya adalah sebagai "tentara" yang akan menyerang musuh yang berhasil masuk ke dalam tubuh.
Musuh sel darah putih adalah: bakteri, virus, parasit, sel-sel tumor, sel-sel kanker.
Ketika jumlah sel-sel darah putih meningkat berarti aktivitas penyerangan sedang berlangsung "heboh".
Untuk melakukan tugasnya kadang-kadang sel darah putih harus meninggalkan pembuluh darah untuk menuju lokasi "musuh".
Ketika dia gagal menjalankan tugasnya, maka yang kita lihat adalah nanah.

Trombosit (Platelet)
keping darah yang bertugas seperti "tukang tambal ban", yaitu menambal kebocoran yang terjadi di pembuluh darah, yangdisebabkan oleh sel darah putih yang menerobos keluar. Kekurangan trombosit akan menyebabkan pendarahan lebihmudah terjadi dan lebih sulit dihentikan.

Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan "sederhana" terhadap darah bertujuan untuk mengetahui:
  • Kadar hemoglobin: mendeteksi kemungkinan adanya anemia atau pendarahan. Kadar normal: 12-18.
  • Jumlah sel darah putih (leukosit): mendeteksi kemungkinan adanya infeksi. Kadar normal: 5.000 - 10.000.
  • Jumlah sel darah merah (eritrosit): mendeteksi kemungkinan adanya anemia. Kadar normal: 4,2 - 6,2 juta.
  • Jumlah trombosit: mendeteksi kemungkinan adanya pendarahan. Kadar normal: 150 - 450 ribu.
  • Angka hematokrit: mendeteksi kemungkinan adanya kekurangan cairan plasma yang menyebabkan angkanya tinggi, atau kekurangan produksi sel darah merah yang menyebabkan angkanya rendah. Kadar normal: 42 - 52.
  • Laju endap darah: mendeteksi kemungkinan adanya peradangan. kadar normal 0 - 15.
Pemeriksaan Virus & Parasit
Keberadaan virus dan parasit penyebab penyakit infeksi umumnya tidak dideteksi secara langsung, melainkan dideteksi keberadaan antibodinya. Antibodi atau immunoglobulin (lg) adalah bentuk khusus dari sel darah putih, yang berfungsi menyerang virus / parasit spesifik yang berbahaya bagi tubuh kita. Adanya antibodi lgM menunjukkan infeksi yang sedang terjadi, sedangkan lgG menunjukkan infeksi antibodi yang bisa dideteksi dari darah:
  • Hepatitis A: Anti HAV
  • Hepatitis B: Anti Hbs
  • Hepatitis C: Anti HCV
  • Dengue (Demam Berdarah)
  • CMV (cytomegalovirus)
  • Rubella (campak jerman)
  • Toxoplasma
Pemeriksaan Kolesterol
Kolesterol, yang kita kenal sebagai kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL) diproduksi oleh hati, dan kemudian dieluarkan ke dalam aliran darah. Seperti halnya sel-sel darah, LDL dan HDL akan terendam di dalam plasma dan ikut berjalan-jalan ke seluruh tubuh. Oleh sebab itu, keberadaan LDL dan HDL dapat diukur dari sampel darah. Kadar LDL yang tinggi beresiko terjadinya penyempitan pembuluh darah. Kadar normal LDL: <130. Kadar HDL yang tinggi kita perlukan untuk "mengusir" LDL agar tidak menempel di pembuluh darah. Kadar normal HDL: >60. Kadar lemak darah (trigliserida) juga biasanya ditentukan sekaligus, karena komponen penyusunnya sama dengan LDL dan HDL, hanya saja persetasenya yang berbeda. Kadar normal: <150.

Pemeriksaan Gula Darah
Gula bersifat larut air, sehingga di dalam darah gula akan larut
di dalam plasma. Makin tinggi kadar gula di dalam darah, makin kental darah yang ada di dalam tubuh kita, dan makin lambat alirannya. Lambatnya aliran darah bisa menyebabkan:
Sel-sel tubuh lambat menerima suplai oksigen dan sari makanan.
Lebih mudah terbentuknya gumpalan darah. Kadar gula puasa normal: 70 - 110.
Kadar gula di atas normal berarti kemugkinan besar menderita diabetes.

Pemeriksaan Infeksi Bakteri
Keberadaan bakteri penyebab penyakit yang dapat dideteksi dari darah adalah tifus & paratifus, menggunakan tes widal.

Pemeriksaan Fungsi Hati
Kesehatan fungsi hati dapat dideteksi dari jumlah enzim yang ada di dalam darah. Makin tinggi kadar enzim, makin besar kemungkinan terjadinya gangguan fungsi hati, misal: hepatitis, batu empedu. Enzim yang biasa diperiksa:
SGOT dan SGPT: kadar normal masing-masing <38 dan <41.
Gamma GT: kadar normal 11 - 49.

Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Kesehatan fungsi ginjal dapat dideteksi dari kadar creatinine dan ureum di dalam darah. Makin tinggi kadarnya berarti makinbesar kemungkinan terjadinya gangguan atau kegagalan fungsi ginjal, karena menunjukkan bahwa kemampuan ginjal mengeluarkan kedua zat tersebut sudah mulai berkurang. Kadar normal:
Creatinine: 0,6 - 1,5
Ureum: 16,8 - 46,2


Yang lebih sederhana, kita bisa lihat di kadar leukosit. bila dia naik tinggi (biasanya batas max rata2 10.000), itu umumnya infeksi bakterial (tidak selalu typus). sementara untuk infeksi viral leukositnya malah justru rendah (ada yg pake batas 5.000 atau 4.000).
demam berdarah misalnya, dia itu viral infection, jadi mestinya yang turun nggak hanya trombosit, tapi leukosit juga. hepatitis juga begitu, trombo dan leko turun juga.

hasil darah umumnya juga nggak bisa kalo kita ambil satu point saja. contoh tadi, DBD itu nggak melulu trombosit yang kita fokusin, karena kadang lekosit sudah turun sementara trombo masih normal. tapi dari situ kita sudah ada "warning" kalo ada infeksi viral dan salah satunya adalah DBD. Contoh lain, gagal ginjal tidak hanya diukur dari ureum dan creatinin saja. gangguan fungsi ginjal juga ada tingkatannya. apabila sudah ada peningkatan ureum-creatinin, kita lihat aja Hb nya. turun juga nggak? itu menentukan tingkat severitas/keparahan gangguan fungsi ginjal.

Semoga Bermanfaat...............
0 komentar more...

0 komentar

Posting Komentar

Sms Gratis untuk semua kartu